Yayasan Berbagi Indonesia

Salat dengan Kateter, Apakah Sah?

YRBI – Salat merupakan ibadah yang wajib dilakukan selama di jasadnya masih ada ruh dan akal. Hanya saja, syariat memberikan keringanan, dimana manusia boleh melaksanakan salat sesuai kemampuannya.

Sebagaimana sabda Nabi Saw: Artinya : Kerjakanlah salat dengan berdiri, jika tidak mampu maka

dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka dengan berbaringa.” (HR. Bukhari).

Pertanyannya, bagaimana jika seseorang salat dengan menggunakan alat kateter? Jika penggunaan alat ini termasuk kondisi terpaksa, di mana kateter harus tetap terpasang dan tidak bisa dilepas waktu salat, atau jika sering dilepas akan membahayakan orang yang sakit, maka tidak masalah salat dalam keadaan kateter tetap terpasang. Sebagaimana firman Allah: Artinya : Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian.” (QS. At- Taghabun: 16).

Allah juga berfirman: Artinya :“Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sesuai kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Akan tetapi jika memungkinkan untuk dilepas, meskipun diupayakan hanya dua kali sehari, maka dia bisa atur agar kateter dilepas ketika mendekati waktu asar dan waktu isya. Ketika kateter dilepas mendekati waktu asar, kemudian dia bisa salat dzuhur di akhir waktu, disambung dengan salat asar setelah masuk waktunya.

Atau dilepas ketika mendekati isya, kemudian si sakit bisa salat maghrib, disambung dengan salat isya setelah masuk waktu. Setelah membahas bolehnya jamak karena sakit, Ibnu Qudamah mengatakan:

Artinya : “Demikian pula dibolehkan bagi wanita mustahadhah, atau orang yang punya penyakit beser dan yang sejenis dengannya untuk melakukan jamak, berdasarkan hadis yang kami bawakan”

Hadis yang dibawakan Ibnu Qudamah adalah hadis dari Hamnah binti Jahsy, beliau pernah bertanya kepada Nabi Saw tentang hukum salat dan puasa, sementara dia terus keluar darah. Nabi Saw bersabda: Artinya : “Jika kamu sanggup, lakukan hal berikut: akhirkan salat dzuhur dan segerakan salat asar di awal waktu. Kamu mandi kemudian salat dzuhur dan asar dijamak. Kemudian kamu akhirkan salat maghrib dan segerakansalat isya di awal waktu, kemudian kamu jamak dua salat itu…dst.” (HR. Turmudzi dan yang lainya)

Kesimpulannya, kaum muslimin boleh salat sesuai dengan keadaan yang dia mampu, namun jangan sampai dia meninggalkan cara salat yang lebih sempurna padahal masih mampu diusahakan. [Sumber: Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas]

Bagikan :

Artikel Lainnya

Nasehat

Hidup bersih dengan sunnah fitrah

Sunnah Fitrah adalah Suatu ketepan tentang fitrah kesucian yang telah di contohkan oleh baginda rasulullah SAW.Hal ini merupakan sunnah para Nabi terdahulu dan telah disepakati oleh syari’at-syari’at terdahulu.

Nasehat

Tauladan Kehidupan

Wahai saudaraku Ribuan tahun yang lalu, di tanah kering nan

Nasehat

Sumber Pengobatan 2

Sumber alamiyah menggunakan herba-herba yang dipilih mengikuti disiplin ilmu herba

Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
Mohon Maaf Anda Tidak Bisa Melihat source Ini
error: